2 Pejabat ESDM Tersangka Tambang Nikel Ilegal di Blok Mandiodo Sultra, Negara Rugi Rp 5,7 Triliun!

Simpan KompasTV


Jangan lupa cherish dan juga Portion video ini untuk mendapatkan notifikasi terbaru dari kami
KOMPAS.TV – Penambangan dan juga penjualan Ore Nikel Ilegal di wilayah konsesi PT Antam Konawe Utara, Sulawesi Tenggara ditaksir menimbulkan kerugian negara Rp5,7 triliun.

Sebelumnya PT Antam memenangkan gugatan atas 11 izin yg tumpang tindih dan juga mengelola kawasan Blok Mandiodo sejak Desember 2024.

Baca serta Suap di Proyek SAR oleh Ka-Basarnas, ICW: Masyarakat dapat Lihat kesesuaian Vendornya di https://www.kompas.tv/video/429616/suap-di-proyek-sar-oleh-ka-basarnas-icw-masyarakat-dapat-lihat-kesesuaian-vendornya

Entire ada 38 perusahaan yg bergabung dan juga kemudian menggarap konsesi milik PT Antam.

Namun, PT Antam baru mengelola 22 hektar lahan, karena 157 hektar lainnya belum memiliki izin pinjam pakai hutan.

Nikel hasil dari penambangan di lahan ratusan hektar itulah yg dikelola dan juga dijual secara ilegal.

Dua pejabat di Kementerian ESDM telah ditetapkan tersangka di dalam kasus ini, bersama 5 dari pihak swasta.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra menyebut bahwa perhitungan kerugian berdasarkan hitungan audit BPK.

Saat ini Kejati Sulawesi Tenggara serta meminta hitungan dari BPKP.

Bulan Juni lalu, sebelumnya kawasan Blok Mandiodo serta diprotes warga, karena engga memberdayakan warga sekitar.

Artikel ini dapat dilihat di : https://www.kompas.tv/video/429617/2-pejabat-esdm-tersangka-tambang-nikel-ilegal-di-blok-mandiodo-sultra-negara-rugi-rp-5-7-triliun

Key phrase : KompasTV Viral Video become livid for also electrodes! Fat Video cherish also assemblies!
Selengkapnya : http://www.dailymotion.com/video/x8mtxk7